Anak usaha PT Aneka Tambang Tbk yaitu Logam Mulia mulai hari ini membuka cabang penjualan emas batangan di Makassar. Ini karena permintaan emas batangan dari Makassar cukup tinggi.
Demikian disampaikan oleh Marketing Manajer Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Bambang Wijanarko dalam siaran pers, Senin (23/4/2012).
"Makassar menjadi kota ketiga setelah Jakarta dan Surabaya yang dipilih untuk menjadi lokasi pemasaran langsung produk Emas Murni Batangan 99.99% Logam Mulia . Mulai Senin, 23 April 2012 masyarakat Sulawesi Selatan dapat membeli produk-produk tersebut langsung ke sumbernya di Jalan Dr. Sam Ratulangi, No. 60 Kota Makassar," jelas Bambang.
Pembayaran emas dapat dilakukan secara tunai, debit, ATM, ataupun transfer bank. Dikatakan Bambang, volume pembelian emas dari daerah Sulawesi Selatan terpantau mengalami peningkatan yang cukup besar tahun lalu.
"Pemantauan volume order delivery emas batangan dari kantor PT Antam Tbk, UBPP Logam Mulia di Jakarta ke kota Makassar terlihat cukup tinggi, dan banyak pelanggan yang menginginkan agar didirikan counter penjualan langsung di Makassar," kata Bambang.
Target penjualan emas murni batangan 99.99% di counter baru Makassar ini mencapai 15-20 kg/bulan, kemudian akan naik secara bertahap sampai dengan 30-40 kg/bulan. Logam Mulia akan menggelar acara grand launching toko barunya pada 16 Mei 2012 yang disusul dengan Pameran Emas Murni Batangan di lobby Trans Studio Mal Makassar pada 17-20 Mei 2012.
Indonesia tidak menjadi 'tuan rumah di negara sendiri', ini terlihat di sektor pertambangan emas. Cadangan emas BUMN tambang yaitu PT Aneka Tambang Tbk (Antam) ternyata hanya 2,6% dari cadangan emas Freeport.
Direktur Utama Antam Alwinsyah Loebis mengatakan, jumlah cadangan emas Antam saat ini adalah 1,2 juta troy onz. Jauh jika dibandingkan dengan cadangan emas milik PT Freeport Indonesia di Papua yang jumlahnya 46,1 juta troy onz.
"Cadangan kita itu tidak begitu besar, dan kita perkirakan dengan tingkat produksi sekarang, Pongkor itu kan 2019 sudah habis. Yang nanti kita harapkan dari Cibaliung, sedangkan Papandayan masih eksplorasi," jelas Alwinsyah kepada detikFinance, Selasa (20/3/2012).
Dikatakan Alwinsyah, Antam memang tergiur untuk terus mencari tambang-tambang emas di Indonesia. Apalagi harga emas memang selalu meningkat tiap tahun. Saat ini, tambang emas terbaru Antam adalah di Cibaliung yang beroperasi sejak 2010 lalu dan akan membuka tambang emas baru di Papandayan. "Tapi potensi (emas) tidak banyak," imbuh Alwinsyah.
Untuk harga emas, Alwinsyah memprediksi di tahun ini harga emas bisa mencapai US$ 1.750-US$ 1.800 per onz dari harga di awal tahun US$ 1.700 per onz.
"Kalau sekarang kayaknya turun US$ 1.660. Memang harga komuditas itu fluktuasi saja. Tetapi kita beranggapan, namanya emas pasti akan naik secara total jadi ada kenaikan tetapi kalau tahun lalu kenaikannya besar kalau tahun ini mungkin tidak besar," katanya.
Seperti diketahui, Freeport memiliki cadangan emas 46,1 juta troy onz di Papua. Menurut Freeport nilai cadangan emas itu adalah Rp 423,9 triliun dengan menggunakan harga rata-rata Rp 296.670 per gram (US$ 1 = Rp 8.990 pada akhir 2010) dalam tiga tahun terakhir.
Namun jika menggunakan harga emas saat ini yang nilainya sekitar Rp 550.000 per gram, maka nilai cadangan emas Freeport mencapai Rp 1.329 triliun atau hampir setara dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012 yang mencapai Rp 1.435 triliun.
Tambang PT Freeport Indonesia di Papua berada di urutan pertama tambang emas terbesar di dunia. Terbesar dalam luas area dan produksi per tahunnya. Tambang yang lokasinya dekat dengan pegunungan Jayawijaya itu berupa tambang terbuka dan bawah tanah. Saat ini, Freeport mengklaim jumlah cadangan emasnya sekitar 46,1 juta troy onz.
Tambang PT Freeport Indonesia di Papua berada di urutan pertama tambang emas terbesar di dunia. Terbesar dalam luas area dan produksi per tahunnya.
Seperti dikutip dari data terakhir Thompson Reuters dan Metals Economics Group yang dilansir CNBC, Senin (19/3/2012), tambang dengan luas 527.400 hektar itu pada tahun 2011 lalu sudah memproduksi emas sebanyak 1.444.000 ons atau 40.936 kg.
Tambang yang lokasinya dekat dengan pegunungan Jayawijaya itu berupa tambang terbuka dan bawah tanah. Saat ini, Freeport mengklaim jumlah cadangan emasnya sekitar 46,1 juta troy ounce.
Sementara nilai cadangan emasnya sendiri diperkirakan mencapai Rp 423,9 triliun. Nilai cadangan itu didapat dengan menggunakan hitungan harga emas dari London spot metal prices selama 3 tahun terakhir, yaitu US$ 1,023 per troy onz, atau setara dengan Rp 296.670 per gram (US$ 1 = Rp 8.990 pada akhir 2010).
Pada hitungan detikFinance menggunakan acuan harga emas sekarang yang sudah menyentuh kisaran Rp 550.000 per gram, jumlah cadangan emas Freeport mencapai Rp 1.329 triliun. Sementara Freeport menggunakan harga emas rata-rata 3 tahun terakhir yang sebesar Rp 296.670 per gram.
Seperti diketahui Freeport memiliki batas kontrak eksploitasi tambang di Papua hingga 2021 dalam kontrak karya generasi kedua pada 1991. Mereka punya hak mendapatkan perpanjangan 2 kali 10 tahun atau totalnya hingga 2041.